Remastering openSUSE : Bagian 1

By Masim “Vavai” Sugianto on December 26th, 2008

openSUSE adalah salah satu distro Linux terbaik yang terkenal karena keindahan desktop, deteksi hardware yang baik, tools konfigurasi sistem yang powerful dengan YAST dan default sistem yang mudah dikelola.

openSUSE 11.0 dan 11.1 dirilis dengan 3 varian CD/DVD : DVD instalasi dengan berbagai macam desktop (KDE3, KDE 4, Gnome, XFCE, Icewm etc) dan aplikasi server, LiveCD yang dikhususkan untuk aplikasi desktop dan dipisah dalam masing-masing desktop environment (KDE & Gnome), Net Install CD untuk instalasi melalui jaringan atau internet dan terakhir CD atau DVD delta, yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan update CD atau DVD versi sebelumnya hingga menjadi iso baru menggunakan aplikasi deltaiso.

// <![CDATA[//
// <![CDATA[//

Meski skema diatas secara umum sudah dapat memenuhi kebutuhan kita, adakalanya kita ingin membangun sebuah distro berbasis openSUSE yang sudah memuat berbagai aplikasi yang kita inginkan. tidak ada aplikasi yang tidak diinginkan, memuat berbagai driver secara default, mengandung aplikasi tertentu seperti multimedia secara lengkap dan lain-lain.

Novell sudah memikirkan hal ini dengan meluncurkan versi alpha dari SUSE Studio. Testing yang saya lakukan beberapa bulan yang lalu menunjukkan bahwa ide Novell melalui SUSE Studio bisa mengubah cara pandang dan mekanisme pembuatan suatu distro. SUSE Studio merupakan tools yang sangat powerful untuk membuat keinginan kita diatas menjadi kenyataan, namun bagi kita di Indonesia, ada satu kendala yang patut disayangkan, yaitu akses internet yang lambreta yang membuat interaksi kita dengan SUSE Studio menjadi kurang nyaman.

Meski demikian, kita punya alternatif lain yang lebih mudah dan cepat yang sama-sama disediakan oleh openSUSE, yaitu KIWI Imaging System.

The openSUSE KIWI Image System provides a complete operating system image solution for Linux supported hardware platforms as well as for virtualization systems like Xen. The KIWI architecture was designed as a two level system. The first stage, based on a valid software package source, creates a so called physical extend according to the provided image description. The second stage creates from a required physical extend an operating system image. The result of the second stage is called a logical extend or short an image

Penjelasan lengkap mengenai KIWI dapat dibaca pada KIWI Documentation.

Terkait dengan proses remastering openSUSE 11.1 yang saya lakukan, saya akan menulis artikel serial yang akan membahas bagaimana cara membuat openSUSE dengan spesifikasi dan aplikasi yang kita inginkan. Serial ini merupakan bagian dari project openSUSE Remastering dan bagi rekan-rekan yang berminat saya sarankan untuk bergabung dengan milis openSUSE-Remastering. Caranya, kirimkan email ke alamat opensuse-remastering-subscribe at lists.opensuse-id.org

Setelah membaca serial artikel ini saya harapkan tiap orang bisa membuat openSUSE LiveCD atau LiveUSB sendiri dengan mudah.

Sekarang, langkah pertama sebelum melakukan remastering adalah menyiapkan sistem KIWI di openSUSE. Saya menggunakan openSUSE 11.1 pada tutorial ini. Silakan sesuaikan format penulisannya jika menggunakan openSUSE versi lain (saran saya minimal openSUSE 11.0 atas pertimbangan kecepatan zypper yang powerful)

  1. Install openSUSE 11.1 :-)
  2. Tambahkan repositori KIWI melalui YAST | Software | Software Repositories atau melalui konsole (ALT+F2, konsole) :
  3. 1.zypper ar http://ftp5.gwdg.de/pub/opensuse/repositories/openSUSE:/Tools/openSUSE_11.1 kiwi
  4. Refresh repo
  5. 1.zypper ref
  6. Install KIWI tools
  7. 1.zypper in kiwi-desc-isoboot kiwi-desc-usbboot kiwi-tools kiwi-pxeboot kiwi-desc-oemboot kiwi-desc-netboot createrepo

Setelah instalasi KIWI, kita akan menemukan konfigurasi KIWI pada folder /usr/share/kiwi. Masuk ke folder /usr/share/kiwi/image, akan ada sub folder seperti usbboot dan isoboot. Folder /usr/share/kiwi/image mengandung skema konfigurasi untuk melakukan remastering sesuai dengan namanya, misalnya : isoboot adalah skema untuk membuat bootable iso image, usbboot untuk membuat bootable LiveUSB, dan lain-lain. Kita dapat membuat skema lain sesuai dengan panduan pada dokumentasi KIWI atau mengambil cara lain yang lebih mudah : Melakukan copy data skema konfigurasi KIWI.

Skema konfigurasi Kiwi adalah sebuah file xml, yang diberi nama config.xml. Jika kita melakukan browsing kedalam folder isoboot (/usr/share/kiwi/image/isoboot/), kita akan menemukan beberapa skema konfigurasi seperti : suse11.1, suse11.0 dan seterusnya. Jika kita ingin membangun suatu remastering, gunakan  versi konfigurasi yang sesuai dengan repo yang kita gunakan, misalnya gunakan suse11.1 jika menggunakan repo openSUSE 11.1 dan seterusnya. Karena saya menggunakan openSUSE versi 11.1, saya akan menggunakan skema konfigurasi yang ada pada /usr/share/kiwi/image/isoboot/suse-11.1/config.xml.

Tidak terlalu sulit memahami skema ini, karena isinya langsung menjelaskan fungsi yang dkandung. Mari kita lihat contoh awal dengan membuka  file /usr/share/kiwi/image/isoboot/suse-11.1/config.xml menggunakan text editor (kate atau kwrite).

Skema konfigurasi dibagi dalam beberapa bagian kode. Bagian atas memuat informasi mengenai author, versi, contact, preferences, dan lain-lain. Kita tidak perlu melakukan perubahan pada semua konfigurasi, lakukan perubahan hanya pada bagian yang perlu saja.

Dibawah ini adalah salah satu contoh bagian dari file konfigurasi. Kode dibawah ini merupakan bagian kode yang menyatakan alamat repositori yang akan digunakan. Alamat repositori ini bisa dalam bentuk folder, http, ftp dan lain sebagainya. Contoh dibawah ini menggunakan suatu folder

1.<repository type="yast2" status="replaceable">
2.<source path="/image/CDs/full-11.1-i386"/>
3.</repository>

Kita harus menyesuaikan alamat repo tersebut dengan alamat yang benar. Selain repo lokal dalam bentuk diectory, kita dapat juga menggunakanberbagai protokol yang didukung oleh YAST (lihat daftar lengkap pada YAST | Software | Software Repositories)

Kita akan mempelajari lebih jauh penggunaan KIWI diproses berikutnya yaitu : Membangun openSUSE Minimal System LiveCD

Advertisements

About trenggonoadiwinoto

About mee....??? Biasa aja tuh..., Ganteng nggak..jelek juga nggak. Tapi yang penting punya kemauan untuk maju dan tak mudah putus asa...
This entry was posted in Linux Sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s